Flash Fiction

[Flash Fiction] Harapan Diam-Diam


Gambar

koleksi pribadi

(lebih…)

Iklan

[FlashFiction] Masih Ada Angkot Yang Lewat


“Udah sore, pulang yuk!” Miranda mengajak Marta keluar dari gedung sekolah.
“Naik apa? Dijemput?” tanya gadis itu pada Miranda sembari membenarkan letak tasnya.
“Aku naik angkot aja. Ayo!” Langkah kaki kedua gadis itu menerbangkan debu dari tanah yang mereka injak.
“Ini udah ada tiga mobil angkot yang lewat, tapi kamu tetep nggak mau pulang?” Gadis itu tak habis pikir pada Miranda yang sedari tadi hanya duduk dan mengabaikan kendaraan umum yang telah melewati mereka.
Menjelang senja, kedua gadis itu masih saja berada di depan gedung sekolah yang saat ini sudah sepi.
“Nah!” Miranda segera beranjak dengan wajah berseri-seri mengajak Marta untuk masuk ke angkot.
Wajah Miranda berbinar, ia memilih untuk duduk di samping sang pengemudi. Gadis itu duduk dengan tenang disana. Sementara Marta hanya duduk di belakang dan sekilas melihat Miranda yang mencuri pandang pada seseorang di sampingnya. Pandangan gadis itu begitu lekat pada sosok lelaki yang memang tak asing lagi baginya. Selama ini Miranda memang sering menaiki angkot ini. Angkot dengan seorang supir yang sedari tadi dinantikannya.
“Ternyata,” ucap Marta tanpa bersuara hanya mulutnya yang bergerak. Gadis itu mengernyitkan dahi. Ia hanya mengangguk mengerti.