Mencintai Langit


Bagaimana jika aku mencintai langit?
Entah aku tak tahu bagaimana cara memulainya. Dan sebenarnya bukan aku yang pertama kali mencintai langit. Kau tahu, cinta pertamaku adalah hujan.
Sebelum aku bicara tentang langit, aku akan sedikit membahas tentang hujan. Ya, aku benar-benar merasakan aku mencintainya saat aku menatap pilu pada hujan. Tak lama, hanya beberapa waktu lalu. Ketika hujan merenggut kebahagiaanku menjadi sebuah kesepian, menambah rasa gamangku menjadi sebuah fenomena yang biasa disebut galau. Tapi, saat itu pulalah aku mulai merindukan hujan. Merindukan dinginnya, merindukan bagaimana aku dapat merasa hangat di bawah hujan. Setidaknya perasaanku akan luruh terbawa arusnya. Arus air hujan yang pada akhirnya mengalir ke laut dan bertatapan langsung dengan sang langit.
Langit, sejak kapan aku memperhatikannya? Mungkin sejak seseorang mulai mendeklarasikan bahwa dirinya mencintai langit. Dari situlah aku juga mulai menilik keberadaannya.
“Awan telah merenggut langit dariku.” Ucapnya saat itu, seseorang yang mencintai langit. Aku memperhatikan langit yang tertutup awan. Langit biru yang sangat jernih itu terpaksa ditimpa oleh awan. Dimulai dari awan putih hingga awan yang kelabu.
Langit, seperti luasnya yang tak terhingga mungkin hatinya juga sangat luas. Jika kuibaratkan langit sebagai seonggok daging berjalan, ia akan menjadi manusia yang mempunyai hati sangat luas, berkepribadian tenang, dan yah ia layaknya langit yang menjadi atap raksasa di atas lantai bumi.
Aku senang melihat langit dengan warnanya yang biru–benar-benar biru– setidaknya itu menenangkanku apalagi sembari menghela nafas panjang. Sungguh, ini adalah bagian dari rasa syukur kepada-Nya.
Β 
“Seperti langit yang tak pernah protes meski sepanjang hari tertutup awan, seperti daun jatuh yang tak pernah membenci angin. Seperti itulah aku.”
Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s